Perawatan Lovebird Kualitas Lomba

Di arena lomba lovebird tidak cukup hanya unjuk kebolehan ngekek. “Nilainya semakin tinggi bila suaranya keras, panjang, dan berirama,” tutur Matius Kosasih pemilik KNA Bird Farm di Surabaya. Semua jenis lovebird punya kesempatan yang sama untuk menjadi terbaik, asal dipilih, dilatih dan dirawat.

Sejak mulai dilombakan pada 1998, lovebird tidak lagi hanya jadi burung koleksi Berbagai turnamen yang disponsori Persatuan Penggemar Burung Berkicau Indonesia (PPBI), menempatkan lovebird sebagai salah satu agendanya. Lovebird ternyata burung pintar yang seni kicauannya bisa dipertandingkan.

Di kalangan hobiis, lovebird hijau jenis Agapornis personata personata dan Agapornis personata fischeri suaranya dianggap paling bagus. “Anggapan itu lantaran yang paling banyak beredar adalah lovebird hijau,” tutur Kosasih pemilik 1.500 pasang induk lovebird. Sebenarnya banyak yang lebih istimewa, misalnya lovebird moka, hijau pink, atau blorok.

Harus berirama

Penilaian lovebird di arena lomba tidak hanya dititikberatkan pada panjang pendeknya suara (kekean). “Kombinasi dan irama kicauan poin yang sangat menentukan,” kata Kosasih spesialis penyedia bakalan lovebird lomba.

Menurutnya kekean panjang disertai irama lebih bernilai dibanding kekean panjang, tetapi monoton. Apalagi kalau ditambah variasi suara kicauan. Seleksi bakalan berkualitas dilakukan setelah anakan berumur 4 bulan. Terlalu dini malah sering keliru. Bila ada yang terpilih, lovebird sudah bisa mulai diisi.

Lovebird bisa menirukan kicauan prenjak, jalak, tledean, anis kembang atau merah, dan murai. Untuk menambah variasi suara kututan, boleh juga disandingkan dengan perkutut. Kelebihan menirukan suara isian membuat kekean nya berkurang, sehingga pengisian juga harus dibatasi. Pilihlah lovebird bermental bagus. Sebab ada yang gacor di kandang, dibawa ke arena malah membisu.

Harga lovebird bakalan Rp175-ribu sampai Rp200-ribu per pasang. Kalau memilih salah satu, harganya Rp100-ribu sampai Rp150-ribu. Bila sudah jadi, bukan mustahil harganya jadi mahal, seperti lovebird Dragon milik Kosasih yang terjual Rpl5-juta.

Perlu dijemur

Perawatan lovebird tidak berbeda dengan burung kicauan lain. Yang penting jemurannya jangan terlalu lama dan jangan sekali. Sebelum dijemur di Lovebird bisa diisi dibawah sinar kicauan dan kututan matahari semprotlah burung dengan air bersih menggunakan sprayer.

Dengan mandi teratur bulu menjadi bersih dan mengkilap, sehingga tampak sehat. Kekuatan fisik dapat menentukan kalah menang kicauan jika semua burung fight.

Pakan merupakan komponen penting pembentuk suara. Pakan standar lovebird, milet merah, milet putih dan canary seed. Perbandingannya 10 : 3 : 1. Sumber protein hewaninya gilingan daging bekicot, jeroan sapi dan yakult.

Pemberiannya bersamaan dengan biji-bijian. Sebagai pakan tambahan bisa disediakan aneka sayuran seperti kangkung, selada air, bayam atau sawi. Agar lebih fight lagi, menjelang lomba “Pakan ekstranya. kroto,” tutur Kosasih.

Walaupun tampak imut-imut, lovebird sebenarnya pemarah alias kanibal. Oleh karenanya penempatan lovebird secara masai harus hati-hati. Bila ada yang tidak cocok segera dipisah.

Untuk tujuan lomba, sebaiknya lovebird dipelihara secara terpisah (soliter) dan tidak berpasangan. Jenis kelamin lovebird tidak berpengaruh terhadap suara. Jantan atau betina berpeluang jadi bintang di arena lomba.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.