IGSC Parahyangan: Sandra dan Silfan Terbaik Di Bandung

Sandra dan Silfan disebut new winner. Sandra baru 3 kali meraih gelar terbaik Indonesia. Sementara Silfan sekali. Bukan karena kualitasnya jelek melainkan baru beberapa kali ikut lomba. “Sejak kecil keduanya sudah terlihat bagus. Sengaja saya latih sejak mulai remaja, dia cukup usia dan mentalnya,” tutur Eko Indradiyanto, sang pemilik.

Di arena pameran Anjing Gembala Jerman (AGJ) Indonesia German Shepherd Club (IGSC) ranting Parahyangan Sandra dan Silfan dinyatakan terbaik. Sandra dan Silfan terlahir 18 Januari , dianugerahi kelengkapan dan bentuk tubuh yang bagus.

Keduanya bersaudara dari pejantan Djanggo Von Elingprigel dan induk Geisha Von Elingprigel. Badannya padat dan berisi, tetapi tidak gemuk. Leher kekar dan kuat, telinga tegak dengan kaki pendek dan kokoh. Ini ditunjang pakan yang bergizi dan latihan teratur. “Sandra dan Silfan penurut, sehingga mudah melatihnya,” ujar Eko Indradiyanto di sela-sela pameran AGJ-IGSC ranting Parahyangan di Graha Puspa, Lembang, Bandung.

Beranjak besar Sandra dan Silfan mulai menampakan keistimewaannya. Anatomi tubuh makin sempurna. Kepala indah dan kuat, besarnya sebanding dengan ukuran badan. Telinga berdiri tegak sejajar antara kiri dan kanan. Warna mata gelap agak cokelat dengan sinar mata lembut yang mencerminkan kecerdasan.

Stand-nya jelas dan enak dilihat. Ditunjang latihan yang cukup dan teratur tubuhnya menjadi kompak dan berisi. Keduanya mempunyai gaya berjalan yang harmonis. “Ketika berdiri standingnya sempurna,” kata Eko, pemilik kenel Von Elingprigel. Berbagai kesempurnaan itu mengantar Sandra dan Silfan menjadi pemenang.

Mulai remaja

“Saya mempersiapkan Sandra dan Silfan ketika menginjak usia remaja,” kata Eko. Usia remaja untuk herder sekitar 10—20 bulan. Hobiis ini memprioritaskan Sandra untuk dilatih. Biasanya betina lebih cepat terbentuk dibanding jantan. Setelah Sandra “terbentuk”, tahap berikut Silfan.

Cara melatih Sandra dan Silfan berbeda. Sandra dibiarkan berjalan jauh, saat berlari atau berjalan, tali leher dibiarkan sehingga speed dan stand-nya terbentuk. Untuk Silfan tali agak ditahan. Tujuannya supaya power Silfan terlatih.

Melatih kepatuhan juga diberikan agar anjing bisa terkendali, terutama saat lomba. “Jangan memberikan latihan berlebihan dan tidak sesuai umurnya. Akibatnya kaki jadi rusak dan tidak terbentuk dengan bagus,” jelas Eko.

Latihan teratur diimbangi pemberian pakan. Kedua anjing itu diberi dogfood sebagai pakan. Bila untuk pertumbuhan menggunakan dogfood berprotein 30%; latihan, cukup 25%. Pemberiannya 2 kali sehari, pagi dan sore.

Sandang Predikat Juara

Prestasi Sandra dan Silfan pun berbeda. Karena Sandra lebih dahulu terbentuk wajar kalau gelar predikat lebih banyak. Tiga kali ia memperoleh peringkat terbaik Indonesia, 27 Februari awal tahun di IGSC ranting Sindanglaya, 2 April di lomba dan tempat yang sama, terakhir saat ikut di IGSC ranting Parahyangan 7 Mei tahun ini.

Sebelumnya ia telah memperoleh kriteria banyak harapan II saat pameran nasional 17 Oktober tahun lalu di Sindanglaya. Sementara Silfan baru pertama kali tampil di lomba, yaitu 7 Mei IGSC ranting Parahyangan, saat ia dan Sandra memperoleh gelar terbaik Indonesia.

Pameran perdana AGJ-IGSC ranting Parahyangan Lembang diikuti 42 anjing. Mereka berlomba di kelas anakan jantan betina dan jantan A (3 sampai 6 bulan), B (6 sampai 9 bulan), C (9 sampai 12 bulan), remaja, madya dan dewasa.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.