Merger Dua Bird Farm Terbesar

Pada akhir tahun, dua kubu bird farm (BF) perkutut menyatukan visi dan misinya. Terminal BF menggandeng Selancar BF, jadilah Terminal Kombinasi Selancar (Telkomsel). Masing-masing mengerahkan potensi terbaiknya untuk menghasilkan perkutut unggul.

Bermarkas di jalan Putatgede Timur, Surabaya, Telkomsel bird farm melebarkan sayapnya di dunia perkutut. Bergabungnya dua tim yang dimotori Bambang Atmadja, Andree, Hong Peng, Wen Ling, Wasen dan Bing Tong ini,

“Lantaran kita sering saling ketemu, kenapa tidak menyatukan diri,” kata Yoedi personil Selancar Surabaya. “Ini juga demi penghematan,” katanya. Maklum, bermain perkutut “betulan” modalnya tidak kecil, butuh rogohan kocek miliaran rupiah.

Walaupun telah bersatu bukan berarti harus saling mengalah di arena tanding konkurs perkutut. Mereka masing-masing tetap eksis di kandangnya terdahulu. “Di lapangan kita mencari yang terbaik,” tutur Andree personil Selancar Jakarta yang dihubungi Trubus.

Siapapun pemenangnya mereka sama-sama senang, kecuali mahkota juara direbut kubu lain. Namur, dalam lomba yang membutuhkan kekuatan ekstra, mereka turun dalam satu bendera Telkomsel. Mendapatkan yang terbaik adalah tujuan dan misi mereka, dan hobi menjadi pedomannya.

Kandang favorit

Khusus Telkomsel, 38 kandang telah dipersiapkan dan di bolak balik, “Kalau jantannya dari Terminal, betinanya Selancar,” kata Wasen personil Terminal yang main perkutut sejak 1990. Deposito menjadi salah satu kandang favorit. Grand. Son of Paradise disandingkan KL 6, hasilnya Rivaldo yang cukup kondang karena sering merajai arena konkurs. “Sampai kini deposito menjadi basic,” tutur Bambang Atmadja Hasan (Hong) yang dijuluki arsitek breeding Telkomsel.

Selain Deposito, beberapa kandang Telkomsel yang menjadi andalan, antara lain Pro XL, Nokia, Samsung, Indosat, Simpati, dan SLI 008. Memang diakui tidak semua anakan 100% bagus, “Mustahil semua anakan yang keluar kandang bagus semua. Sepertiga yang bagus itu sudah prestasi,” kata Wasen.

Anakan tersebut tetap bisa dipasarkan, “Hobiis bermain di kelasnya sendiri,” kata Bambang. Karena itu walaupun dihuni oleh berbagai perkutut pilihan, tersedia juga bakalan Rp150.000-Rp250.000/ekor.

Bagi yang ingin fight di arena konkurs, bakalan seharga Rp40-juta sepasang bisa jadi pilihan. Ryan Giggs yang dahulunya dijajakan Rpl5-juta, kini ditawar Rp150-juta belum di lepas. ’’Dari 25 kandang turunan Rivaldo 75% keluar bagus,” lanjut Wasen.

Tak heran dengan harga Rp25-juta, keponakan Rivaldo umur 3 bulan jadi rebutan. “TurunamRivaldo kami jamin bagus,” Wasen meyakinkan. Pernah teijadi, turunan Rivaldo di-indent dengan uang muka Rp30-juta. Ketika indent ini akan dibatalkan Telkomsel dengan kompensasi Rp50-juta, si pemesan tidak bersedia.

Bintang lapangan

Bersatu membawa kemenangan telah dibuktikan oleh tim Telkomsel. Beberapa konkurs yang diikuti membuahkan hasil juara. Dalam Surabaya Milenium 2000 Kapolda Jatim Cup III, tiga gelar juara kelas senior disandang sekaligus oleh kubu Telkomsel.

Tercatat Euro 2000 juara I, Happy Selancar juara II, dan Rivaldo menempati urutan ketiga. Prestasi ini disusul dengan merebut 5 nomor kemenangan di konkurs Mojopahit Cup, Mojokerto. Terakhir Euro 2000 meraih peringkat ke 6 Grand Master lomba besar perkutut di Solo.

Telkomsel telah menjadi buah bibir mania perkutut, khususnya yang berdomisili di Surabaya. “Telkomsel sedang di atas angin,” tutur salah satu dari mereka. Beberapa perkutut ternama telah menghuni padepokan perkutut yang juga markas Terminal BF.

Oleh karenanya ia menjadi alamat bagi mania perkutut yang ingin nyolok dan memantau prestasi perkutut juara. Jebolan ring Telkomsel bukan saja berputar di pulau Jawa, tetapi Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan

Satu tahun bersatu, Tekomsel memang belum menghasilkan perkutut sekelas Susi Susanti. Untuk itu target mereka tidak terlalu muluk. “Setiap kejayaan itu ada masanya,” tutur Yoedi optimis.

Pada 1999 misalnya, Roberto milik Selancar ring IBM menjadi yang terbaik. “Tidak bisa menjadi patokan, tahun depan dia lagi juaranya,” kata Yoedi. Bahkan mungkin ada yang lebih baik dari pendahulunya. Tahun ini tidak menjadi yang terbaik, tahun depan siapa tahu.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.