Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Liku-Liku Perniagaan Sarang Walet

Anda pemain baru di walet? Bersiaplah rugi saat mendobrak dunia perdagangan sarang burung ini. Para pembeli akan menekan harga 10% — 30% pada transaksi-transaksi awal. Namun bila sudah dipercaya, mereka antri. Pengalaman pahit itu pernah dialami Rudy Senjaya. Pemilik toko buah di Muara Karang, Jakarta itu membawa 5kg sarang burung walet ke Singapura. Satu persatu toko para pembeli di sana didatangi. Hasilnya, sarang burung terjual dengan harga 30% lebih murah daripada harga pasar. “Percuma kalau membawa 1 kg - 2kg, untungnya tipis sekali. Lebih baik dijual di dalam negeri. Toh, eksportir sarang ada di mana-mana,” kata Rudy. Pengusaha buah ini sebenarnya hanya ingin menjajaki peluang.  Kebetulan di Lampung banyak pengusaha walet yang mempercayainya untuk menembus pasar ekspor. “Prinsipnya asal mau kasih dia (importir, red) untung dulu, pasti mau terima,” tambahnya. Namun karena kesibukannya, pengiriman yang berjalan 3—4 kali terhenti. Pengalaman serupa dialami pula oleh Dr. Boedi Mranat

Anjing Ras Bintang-bintang Iklan Televisi

Suatu sore Nila duduk santai di ruangan keluarga sebuah rumah mewah. Ia mendadak terkejut begitu melihat bayangan hitam dan besar. Karena takut, Nila lari terbirit-birit ke balik tembok. Tak ayal, debu yang melekat di tubuhnya berhamburan mengotori lantai. Bayangan itu ternyata pembantu rumah tangga yang akan membersihkan lantai karena sebentar lagi sang majikan akan menonton televisi di situ. Namun, melihat Nila lari seluruh anggota keluarga curiga. Ada apa gerangan yang terjadi? Bergegas mereka melongok dari balik tembok. Nila yang sudah sampai di tengah keluarga pun tak ketinggalan ikut mengintip. Saat melongok raut muka Nila tampak lebih dulu disusul wajah anak, ibu, dan terakhir sang ayah. Mimik muka mereka cukup ekspresif. Apalagi si Nila dengan bulatan hitam di sekitar mata seakan mengejek sang pembantu. Selesai lantai dibersihkan anggota keluarga itu bergegas mencari posisi duduk di sofa siap menonton televisi. Mereka seolah tak mau ketinggalan acara kegemaran. Nila juga ikut s