Pro Kontra Terkait Pemberhentian Irman Gusman dari jabatan Ketua DPD

Posted by

Rapat paripurna DPR RI terkait Pemberhentian Irman Gusman dari jabatan Ketua DPD
Rapat paripurna DPR RI
Rapat paripurna DPR RI membahas keputusan Badan Kehormatan DPD terkait Pemberhentian Irman Gusman dari jabatan Ketua DPD akhirnya menyepakati bahwa putusan Badan Kehormatan bersifat final dan mengikat jalannya sidang paripurna berlangsung dinamis sejak putusan pemberhentian Irman Gusman di bacakan Ketua Badan Kehormatan DPD AM Fatwa sejumlah anggota langsung mengajukan instruksi laporan BKDPD sehingga sempat menimbulkan pro dan kontra,

Perdebatan terkait seputar urgensi pemberhentian Irman Gusman dari jabatan Ketua DPD sebagian menilai terlalu cepat karena saat ini yang bersangkutan masih melakukan upaya hukum sementara yang pro menilai pemberhentian Irman Gusman sudah tepat karena sesuai Tata tertib yang berlaku dan untuk mencegah hal ini berlarut-larut demi menjaga kehormatan lembaga, perdebatan juga keputusan BKDPD ini hanya sebagai laporan dan tidak perlu mengambil keputusan sementara untuk mendorong paripurna harus mengesahkan untuk menghormati putusan BKDPD Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad menyatakan paripurna memutuskan menerima laporan BKDPD dan memutuskan laporan BK bersifat final dan mengikat

"secara resmi tadi keputusan BK sudah di sampaikan BK telah mengambil keputusan yaitu dengan merujuk pasal 119 tata tertib di mana di dalam pasal tersebut di ayat 4 itu dengan informasi saja itu BK sudah bisa mengambil keputusan dan melaporkan itulah yang sudah dilakukan oleh BK terhadap Paripurna" ujar Farouk Mauhammad Wakil Ketua DPD

"itu adalah final dan mengikat tidak ada pembahasan lagi di BK tentang hal ini kalau di kembalikan kepada BK tidak bersedia lagi membahas khusus mengenai soal itu kecuali masalah kelanjutan pengadilannya itu soal lain lagi kalau dia menjadi terdakwa tapi sampai kepada masalah tersangka ini keputusan BK bagi kami adalah final dan mengikat" ujar AM Fatwa Ketua BK DPD

Terkait pengganti Irman Gusman sebagai Ketua DPD akan di bahas lebih lanjut namun untuk sementara Wakil Ketua I Farouk Muhammad dan Wakil Ketua II Kanjeng Ratu Hemas akan mengisi kekosongan kursi ketua dan akan mengambil semua keputusan secara bersama atau kolektif koligeal

Rapat paripurna DPD RI membahas keputusan Badan kehormatan DPD terkait pemberhentian Irman Gusman akhirnya menyepakati memberhentikan Irman Gusman dari Pimpinan DPD RI yang bersifat final dan mengikat nantinya pengganti Irman di kursi pimpinan akan di pilih dari wilayah asal Irman yaitu wilayah barat anggota DPD akan kembali memilih Ketua DPD antara Farouk, Hemas atau nama baru pengganti Irman selama tidak ada Irman maka kepemimpinan DPD akan di pegang secara kolektif koligeal yakni oleh dua Wakil Ketua DPD RI pengganti Irman akan di usulkan oleh 12 orang perwakilan anggota DPD Indonesia bagian barat

Aturan penggantian Ketua DPD merujuk pada peraturan DPR nomor 1 tahun 2016 tentang tata tertib penggantian di lakukan dengan segera dalam pasal 54 ayat 1 menyebutkan apabila Ketua atau Wakil Ketua DPD berhenti dari jabatannya panitia musyawarah menjadwalkan sidang paripurna luar biasa dalam rangka pemilihan Ketua atau Wakil Ketua DPD pengganti sementara ayat 2 berbunyi waktu pelaksanaan sidang paripurna luar biasa sebagai mana di maksud pada ayat 1 paling lama 3 hari setelah pemberhentian Ketua atau Wakil Ketua DPD

Sebelumnya sidang paripurna kemarin berlangsung dinamis sejak putusan pemberhentian Irman Gusman di bacakan Ketua Badan Kehormatan DPD AM Fatwa sejumlah anggota langsung mengajukan instruksi laporan BK DPD sehingga sempat menimbulkan pro dan kontra namun Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad menyatakan paripurna memutuskan menerima laporan BK DPD dan memutuskan laporan BK bersifat final dan mengikat.


Blog, Updated at: 11.59.00

0 comments:

Poskan Komentar