Korban Penggusuran Rawajati Memilih Bertahan Di tenda darurat

Posted by

Korban Penggusuran Rajawati
Penggusuran Rawajati
Pasca penggusuran puluhan bangunan di Rawajati Jakarta Selatan sebagian penghuni rumah memilih bertahan di tenda darurat mereka mengaku masih bingung dengan kelanjutan usaha serta pendidikan anak-anak mereka.

Pasca pembongkaran paksa sebagian penghuni bangunan semi permanen di Rawajati Jakarta Selatan bertahan di lokasi dengan menempati tenda darurat mereka enggan di relokasi karena dusun Marunda di nilai kurang memadai selain itu mereka bingung dengan kelanjutan usaha serta pendidikan anak-anak mereka jika pindah ke Marunda warga juga mengaku belum menerima ganti rugi.

"tetap masih di sini kita bertahan ia karena apa sini masih ada haknya bukan tanah DKI gitu saja ahli waris ada hukum ini kemarin di minta surat ya saya sudah 20 tahun lebih di sini dari 98" ujar Masroni Warga Tergusur.

Tidak punya tempat tinggal lagi tapi tidak juga boleh bertahan meski hanya di puing reruntuhan bangunan rumah yang pernah ditinggali, pasca penertibannya yang dilakukan terhadap puluhan bangunan di Bantaran Rel Kereta Api di kawasan Rawajati Jakarta Selatan sejumlah warga yang memilih bertahan di lokasi kembali ditertibkan warga yang bertahan sempat membangun tenda untuk tempat tinggal sementara di sepanjang trotoar Kali Bata lantaran tidak ingin dipindah ke rusun yang disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta dengan alasan lokasi jauh di kawasan Marunda Jakarta Utara namun kemarin siang sejumlah petugas Satpol PP kembali melakukan penertiban tenda sementara dan membersihkan puing-puing sisa penertiban.

Warga yang menolak dipindah ke rusun Marunda kini mengaku bingung ke mana mereka harus tinggal, sedikitnya ada 60 KK yang terkena dampak penertiban bangunan yang berada di Bantaran Rel Kereta Api Rawajati dari 60 KK hanya 7 KK yang mau dipindahkan ke Rusun Marunda Jakarta Utara sejumlah warga mengkliem memiliki surat tanah verponding namun Pemprov DKI menganggap surat tersebut tidak sah sehingga menertibkan seluruh bangunan liar yang masuk jalur hijau tersebut. Sedikitnya 60 bangunan semi permanen di gusur karena di alih fungsikan menjadi lahan hijau namun warga menolak penggusuran hingga berujung bentrok dengan aparat.



Berita Terbaru Updated at: 11.08.00

0 comments:

Posting Komentar