Menjadi Sapi Perah Kelompok Bersenjata Abu Sayyaf, Kemenlu Lakukan Koordinasi dengan Malaysia

Posted by

WNI kembali di culik oleh pihak abu sayyaf
Kementrian luar negeri terus berkoordinasi dengan pemerintahan Malaysia sebagai tindak lanjut penculikan seorang warga negara Indonesia (WNI) di perairan Sabah Malaysia 4 Agustus lalu oleh kelompok bersenjata WNI tersebut kemudian di bawa ke kawasan Philippines pemerintah Indonesia menyayangkan penculikan oleh kelompok bersenjata ini kembali terjadi padahal sebelumnya pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan imbauan kepada pemilik kapal agar tidak melauti perairan yang di anggap rawan

"Pihak KKJRI di Malaysia di tawal maupun di Sabah telah menyampaikan sejak terakhir kejadian ini yaitu sekitar awal Juli pertengahan Juli kepada semua WNI ABK yang ada di Malaysia dan kepada pemilik kapal kita sudah menghimbau agar dengan banyaknya kejadian hal seperti ini termasuk di perairan Malaysia agar ABK WNI untuk sementara hati-hati dan tidak melaut dulu" ujar Arrmanatha Nasir Jubir Kemenlu

WNI tersebut merupakan seorang kapten kapal nelayan berbendera Malaysia yang di ketahui bernama Herman satu awak kapal WNI serta seorang warga negara Malaysia lainnya yang berada di kapal yang sama dibebaskan oleh kelompok Radikal tersebut insiden ini menambah daftar panjang penculikan warga negara Indonesia di perairan yang berbatasan dengan tiga negara yaitu Malaysia, Indonesia dan Philippines pembahasan keamanan perairan tiga negara itu juga terus di intensifkan 2 Agustus lalu ke tiga negara sepakat akan membentuk posko gabungan utama rencana operasi darat serta latihan bersama

"netral ini bukan saja untuk mengamankan dari perompak-perompak dan penyanderaan ya tetapi ini yang lebih penting lagi adalah untuk menyikapi untuk mengantisipasi perkembangan ISIS di kawasan" ucap Ryamizard Ryacudu Menteri Pertahanan

Jika di total terdapat 11 warga negara Indonesia yang hingga kini di sandera oleh kelompok bersenjata di kawasan Philippines



Berita Terbaru Updated at: 10.28.00

0 comments:

Poskan Komentar