Terkait kasus penipuan, Ramadhan Pohan Bantah telah Memberi Uang sebesar 24 Miliar

Posted by

Ramadhan Pohan diperiksa  direktorat reserse kriminal umum polda Sumatera utara
Rabu siang politisi partai demokrat masih menjalani pemeriksaan di direktorat reserse kriminal umum polda Sumatera utara terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana seorang simpatisan sebesar 24 miliar rupiah ketika mencalonkan diri menjadi wali kota medan tahun 2015 kuasa hukum Ramadhan Pohan, Ismail dalimunte membantah kliennya dijemput paksa pihak kepolisian melainkan memang sudah dijadwalkan menghadiri pemeriksaan oleh penyidik ia pun membantah adanya pemberian uang sebesar 24 miliar rupiah.

"kami dilaporkan masalah 378 dan 372 ya sekarang ini 4 setengah Miliar jadi kalau yang ada di dalun kelapa itu jadi simpang siur itu yang 4 setengah miliar yang dilaporkan dan tidak… klien kami tidak pernah menerima uang itu dan tidak pernah tahu uang itu ke mana digunakan" ujar Ismail Dalimunte Kuasa Hukum Ramadhan Pohan.

Sementara itu pihak kepolisian mengklaim memiliki sejumlah bukti-bukti adanya pemberian uang jelang pilkada tersebut.

"itu kan proses yang mungkin beberapa hari mereka nego-nego begitu baru ada uang diserahkanlah kepada PSK ini uang sejumlah 4,5 m memang waktu itu diserahkan lokasinya itu di pos pemenangan dan bukti-bukti bahwa yang bersangkutan itu menerima uang tersebut" ucap Kombes Rina Ginting Kabid Humas Polda Sumatera Utara.

Ramadhan Pohan dijemput paksa anggota ditraskrimum polda Sumatera utara Rabu dini hari di kediamannya di Jakarta karena 2 kali mangkir dari panggilan pemeriksaan karena alasan sakit ia pun kemudian ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penggelapan dana seorang simpatisan sebesar 24 miliar rupiah pada saat mencalonkan diri sebagai wali kota medan namun Ramadhan Pohan kalah dalam proses pilwakot medan tahun lalu.



Berita Terbaru Updated at: 00.02.00

0 comments:

Posting Komentar