penggusuran kawasan lokalisasi dadap berakhir rusuh

Posted by

lokalisasi Dadap Tangerang Banten rusuh
penggusuran kawasan lokalisasi dadap
Ribuan warga kawasan lokalisasi Dadap kecamatan Kosambi Tangerang Banten, bentrok dengan petugas. Bentrokan antara petugas dengan warga di kawasan lokalisasi ini terjadi saat petugas hendak memberikan surat peringatan penggusuran dan menandai rumah dengan stiker.  Polisi terus berusaha memukul mundur warga yang bertahan,dengan menutup jembatan yang menjadi penghubung kampung Dadap.

Tindakan tegas petugas yang menembakkan gas air mata membuat warga panik, mereka yang tengah melintas bahkan begitu saja meninggalkan sepeda motornya di jembatan,khawatir menjadi sasaran. Tindakan ini di lakukan lantaran sejak pagi warga sudah menutup akses jalan dengan sesekali melakukan provokasi, melempari petugas dengan batu serta sesekali menghunus senjata tajam.

Bentrok yang sempat mereda akhirnya kembali terjadi dan tak sedikit warga yang di duga sebagai provokator diamankan petugas. Semua ketegangan ini bermula saat pemerintah Tangerang provinsi banten memberikan surat ke 2 atau sp 2 sekaligus menempelkan stiker pada bangunan di lokasi Dadap kecamatan kosambi. Rencana ini akhirnya gagal di lakukan karena ratusan warga yang bermukim di lokasi berkeras menolak pemberian surat peringatan penggusuran , upaya pemberian surat ke 2 dan penempelan stiker di lokasi Dadap kecamatan kusambi banten akhirnya dibatalkan, ratusan warga yang menetap di lokasi Dadap masih bersikukuh menolak pemberian sp 2. Pasca bentrok polda metro Tangerang, polda metro jaya yang di bantu tni terus berjaga di lokalisasi Dadap. 2 unit mobil water canon di siagakan untuk mengantisipasi serangan susulan dari warga Dadap.

warga Kampung Dadap Kecamatan Kosambi Tangerang yang huniannya akan ditertibkan oleh pemerintah kabupaten Tangerang ini menolak dipindahkan ke rumah kontrakan, warga menilai rumah kontrakan yang disediakan oleh Pemerintah setempat tidak layak huni. Suasana berbeda terlihat di Kampung Dadap kemarin suasana terasa mencekam karena ada bentrokan antara warga dengan pihak kepolisian namun siang ini terlihat lebih kondusif dan warga berkegiatan seperti biasa meski begitu sikap warga kampung yang mayoritas ini berprofesi sebagai nelayan tetap sama yaitu menolak upaya penertiban dan relokasi terhadap 387 Kepala Keluarga (KK) Kampung Dadap yang rencananya akan dilakukan oleh pemerintah kabupaten Tangerang pada tanggal 23 Mei nanti

Warga menilai rumah kontrakan yang disediakan oleh Pemerintah setempat ini tidak layak huni kemudian menurut warga luas bangunan dan lokasi rumah kontrakan yang sempit serta jauh dari bibir pantai ini rupanya sangat menyulitkan mereka untuk mencari nafkah

"itu bukan solutip justru bertolak belakang dengan keinginan masyarakat karena itu apa yang ada penyengsaraan ketika kami sudah punya rumah tempat tinggal yang sangat sederhana kemudian layak ditempati kemudian nyaman ditinggali kemudian usaha kami pun bisa menghidupi anak istri kami harus dipindahkan kesebuah kontrakan bayangkan di situ manusiawinya di mana gitukan ketika orang sudah punya rumah untuk kembali kekontrakan saya sudah capek dari jaman kecil pun di kontrakan itu tidak layak" ujar Suzai Nelayan

Rencananya pemerintah Tangerang mengganti lokalisasi Dadap menjadi islamic center serta wisata kuliner daerah pesisir,namun belakangan sejumlah rumah warga yang tidak masuk kawasan lokalisasi ikut di gusur hingga perlawanan warga makin meluas.



Berita Terbaru Updated at: 15.31.00

1 comments:

Posting Komentar