Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

PN surabaya gelar Sidang praperadilan kasus korupsi La Nyalla Matalitti

Sidang praperadilan La Nyalla Matalitti Sidang praperadilan kasus korupsi dengan tersangka La Nyalla Matalitti kemarin kembali digelar dipengadilan negeri surabaya dengan agenda menghadirkan saksi ahli dan alat bukti terkait sidang praperadilan kasus korupsi dengan tersangka La Nyalla Matalitti dari pihak La Nyalla Matalitti sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal fernadinandus.Sh ini berjalan dengan sangat sangat dinamis dengan beragam proses tanya jawab dari pihak kejati terhadap saksi ahli yang dihadirkan oleh pihak nataliti tim kuasa hukum la nyala sebagai pihak pemohon menghadirkan dua orang saksi ahli yakni prof edward omar sharif dan doktor arif setyawan, pada persidangan praperadilan Kali ini pihak kuasa hukum lanyala juga menjelaskan tentang kewenangan praperadilan sesuai KUHP secara syah yang sesuai dengan prinsip hukum acara pidana yang didasarkan pada kecepatan kuantitas dan asas praduga tak bersalah atas kasus yang melibatkan klien nya dan jika dilihat dari segi huku

Pangdam VII/Wirabuana Agus Suryabakti akan tindak tegas dua oknum perwira TNI Positif Narkoba

Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Suryabakti akan menindak tegas dua oknum tni yang terbukti positif mengkonsumsi narkoba dua oknum perwira TNI yang digerebek di salah  satu hotel di kota makassar bersama lima warga sipil dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba setelah dilakukan test urine keterlibatan kedua Perwira TNI yang positif menggunakan narkoba ini disikapi serius oleh Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Suryabakti bahkan beliau dengan tegas mengancam kedua bawahannya dengan ancaman pemecatan setelah diketahui jenis narkoba yang digunakan Mayjen TNI Agus Suryabakti "Kita sudah mengingatkan sejak awal ,kita test urine sebagai lampu kuning buat para prajurit namun begitu ada beberapa yang hasilnya mencurigakan nah orang orang yang mencurigakan ini tentunya menjadi perhatian kami,dan yang menjadi perhatian kami ialah panglima tni sudah memerintahkan untuk membebaskan TNI dari narkoba,bebaskan kodam wirabuana dari narkoba dan saya komitmen sebagai pangd

Polisi Tangkap Mahasiswa penjual Kunci Jawaban Ujian Nasional

Polres pontianak menangkap tersangka F pada pukul 1 kamis dini hari di rumah paman kandungnya di kota pontianak dan kasat reskrim polres pontianak kompol Andi Yul Lapawesean menyatakan  bahwa penyidik memeriksa tersangka F tanpa dihadiri dua rekannya terlebih dahulu telah ditangkap pada hari rabu dengan status saksi pelapor,polisi hingga kini masih menyelidiki kasus transaksi penyebaran fotokopi lembar jawaban ujian nasional yaitu pada mata pelajaran geografi dan bahasa indonesia yang dijual dengan kisaran harga 100 ribu sampai 200 ribu dan polisi telah membenarkan bahawa kunci jawaban yang disebarkan oleh tersangka f memang kunci jawaban yang sesungguhnya Tersangka F merupakan mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi di kota pontianak dan polisi sudah mengkonfirmasi ke pihak kampus bahwa memang benar tersangka f adalah salah satu mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Selain tersangka f dan dua rekannya pihak polresta pontianak juga menduga bahwa kepala sekolah man ngabang

Tak terima dipecat Fahri Hamzah Gugat Partai Keadilan Sejahtera

Melalui kuasa hukumnya Fahri Hamzah yang telah dipecat oleh dewan pimpinan pusat partai keadilan sejahtera PKS menggugat partainya sendiri yang dinilai telah menjatuhkan hukuman yang cukup berat, wakil ketua DPR ini pun lantas menggugat Presiden PKS Sohibul Iman ,ketua majelis taklim Salim Segaf Al-Jufri dan anggotanya serta badan penegak disiplin organisasi partai kepengadilan negeri Jakarta selatan fahri hamzah pks Dalam tuntutannya mereka meminta agar putusan DPP PKS berkaitan penghentian fahri hamzah batal demi hukum sementara itu Fahri pun mengungkapkan posisinya sebagai wakil ketua DPR tidak bisa digeser lantaran telah diatur dalam undang undang md3 "Posisi saya tidak bisa diganggu gugat karena undang undang mengatur posisi anggota DPR apalagi pada tingkatan atas terutama pimpinan tidak bisa diganggu Jika ada sengketa di luar jadi itu kata undang undang oleh karena itu ada kesempatan bagi kita untuk mencoba melihat proses hukum ke depannya" Ungkap Fahri Hamz