Persiapan penobatan Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo menjadi Adipati Paku Alam ke X

Posted by

kereta Kyai Brojonolo, Kyai Manik Brojo, kereta Nyai Roro Kumenyar, kereta Kyai Rejo Purwoko dan kereta Kyai Manik Kumolo adalah 6 kereta kencana yang akan di gunakan dalam iring iringan yang menempuh jarak 4 kilometer
Jelang penobatan Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo menjadi Adipati Paku Alam ke X berbagai persiapan dilakukan salah satunya menyiapkan kereta kencana yang akan di gunakan saat Kirab pada Kamis 7 Januari mendatang. kereta Kyai Brojonolo, Kyai Manik Brojo, kereta Nyai Roro Kumenyar, kereta Kyai Rejo Purwoko dan kereta Kyai Manik Kumolo adalah 6 kereta kencana yang akan di gunakan dalam iring iringan yang menempuh jarak 4 kilometer. Kirab nantinya akan melibatkan total 30 ekor kuda tarik dan 4 ekor gajah.

Karena pentingnya prosesi ini Minggu 3 Januari lalu Gusti Bendoro Pangeran Haryo Yudhaningrat adik Sultan Hamengkubuwono ke X turun langsung mempersiapkan kirab kereta ini tugasnya menjaga seluruh prosesi kirab berjalan lancar nantinya petugas keamanan ini akan di sebar ke sejumlah titik di jalan utama. Rencananya Kirab akan berawal dari Puro Paku Alaman dan berkeliling menyusuri sejumlah ruas jalan kota Yogyakarta. KBPH Prabu Suryodilogo di tunjuk menjadi Sri Paduka Paku Alam ke X dan menjadi Raja di Puro Paku Alaman untuk menggantikan ayahandanya Sri Paduka Paku Alam ke IX yang mangkat pada 21 November 2015.

Penobatan Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo menjadi Adipati Paku Alam ke X berbagai persiapan dilakukan salah satunya adalah menyiapkan kereta kencana yang akan digunakan saat kirab pada Kamis 7 Januari 2016 kereta Kyai Brojonolo, Kyai Manik Brojo, kereta Nyai Roro Kumenyar, kereta Kyai Rejo Purwoko dan kereta Kyai Manik Kumolo adalah 6 kereta kencana yang akan digunakan dalam iring iringan. Ke 6 kereta kencana ini sudah berusia ratusan tahun bahkan salah satu kereta yakni kereta Kyai Manik Kumolo merupakan hadiah dari Letnan Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles kepada KGPAA Pakualam I pada tahun 1812.

Sementara untuk persiapan lainnya panitia juga menyiapkan kurang lebih 2.500 pasukan pengamanan dari berbagai elemen tugasnya adalah menjaga agar seluruh prosesi kirab berjalan dengan lancar. Bagi keluarga Keraton Jumenengan atau penobatan Raja merupakan salah satu tradisi langka dan sakral karena itu berbagai persiapan juga dilakukan. KBPH Prabu Suryodilogo di tunjuk menjadi Sri Paduka Paku Alam ke X dan menjadi Raja di Puro Pakualaman untuk menggantikan ayahandanya Sri Paduka Pakualam ke IX yang mangkat pada 21 November 2015.



Berita Terbaru Updated at: 14.23.00

0 comments:

Poskan Komentar