Penyerahan diri pimpinan kelompok separatis din minimi

Posted by

Sebelumnya pimpinan kelompok bersenjata Nurdin Ismail alias din minimi beserta puluhan anak buahnya menyerahkan diri Senin 28 Desember lalu setelah bernegosiasi dengan Kepala Bandan Intelijen Negara (BIN) Sutyoso
Pasca penyerahan diri pimpinan kelompok separatis din minimi Presiden Joko Widodo menerima usulan pemberian amnesti atau pembebasan hukuman kepada din minimi. Presiden Joko Widodo bersedia memberikan amnesti dengan syarat tertentu. Sebelumnya pimpinan kelompok bersenjata Nurdin Ismail alias din minimi beserta puluhan anak buahnya menyerahkan diri Senin 28 Desember lalu setelah bernegosiasi dengan Kepala Bandan Intelijen Negara (BIN) Sutyoso. Kelompok separatis Din Minimi bersedia menyerahkan diri dengan beberapa syarat di antaranya pemberian amnesti oleh Presiden Joko Widodo, reintegrasi perjanjian helsinki, perhatian nyata pada yatim piatu dan keluarga Gerakan Aceh Merdeka serta meminta KPK mengusut APBD Provinsi Aceh, kelompok ini juga berharap Pemerintah menurunkan peninjauan independen saat di gelarnya pemilihan daerah di Aceh pada tahun 2017 mendatang.

Rencana Pemerintah memberikan amnesti pada kelompok bersenjata di pedalaman Aceh din minimi menuai pro dan kontra bukan pertama kali pemberian amnesti kepada kelompok bersenjata di Aceh pernah berlangsung sebelumnya aturannya tertuang dalam keputusan Presiden nomor 22 tahun 2005 tentang pemberian amnesti umum dan abolisi kepada setiap orang yang terlibat dalam Gerakan Aceh Merdeka pelaksanaannya tetap harus mendapat masukan dari DPR RI.

"Kepala BIN mengusulkan untuk adanya amnesti sebenarnya ini sudah ada yurisprudensinya ketika Pemerintah pada waktu itu dengan Kepres nomor 22 tahun 2005 di mana Presiden SBY mengeluarkan Kepres tersebut memberikan amnesti umum dan abolisi kepada Gerakan Aceh Merdeka maka dengan hal tersebut kalau memang ini harus diberikan tentunya harus juga mendapatkan masukan atau pertimbangan dari DPR", ujar Pramono Anung Sekretaris Kabinet Republik Indonesia.

Setelah mediasi dan pendekatan selama 2 bulan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso berhasil membujuk kelompok bersenjata Gerakan Aceh Merdeka din minimi untuk menyerahkan diri. Bersama dengan 120 anggotanya Din Minimi atau Nurdin Ismail ini juga menyerahkan senjata selama 4 tahun mereka tinggal dalam hutan salah satu alasan kelompok Din Minimi menyerahkan diri karena kecewa terhadap petinggi Gerakan Aceh Merdeka. 3 anggota Din Minimi kini masih dalam pencarian.

"Saya yakini kelompok ini Semua sudah turun 120 orang dan juga 30 orang yang sudah ditahan oleh pihak aparat lalu 3 orang yang lepas dan masih dalam pencarian dan 3 orang ini yang juga membuat senjata dan lepasnya sudah lama sebelum saya bisa berhubungan dengan Din Minimi", Ujar Sutiyoso Kepala Intelijen Negara.

Setelah melakukan pendekatan secara intens melalui telepon selama 2 bulan penuh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso berhasil membuat pimpinan kelompok bersenjata Aceh Din Minimi menyerahkan diri. Sutiyoso pun turun langsung menjemput Din Minimi di Aceh Timur Senin lalu, sebelum di bawa ke Jakarta Din Minimi sempat bertemu dengan keluarganya di Desa Ladang Baro Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur. Sementara itu 120 anggota Din Minimi juga menyerahkan diri pagi tadi. Bersamanya petugas menyita 15 senjata api dan 1 karung amunisi kendati demikian 3 mantan anggota kelompok ini masih dalam pencarian, ketiganya telah melepaskan diri dari kelompok Din Minimi. Penyerahan Kelompok Din Minimi bisa menjadi contoh penanganan kasus kelompok bersenjata lainnya di Indonesia. 120 anggota Din Minimi akan di bina pemerintah Aceh sebelum turun gunung dan menyerahkan diri Nurdin memberi 6 syarat kepada BIN ke 6 syarat ini di setujui Sutioso karena dinilai rasional.



Berita Terbaru Updated at: 10.01.00

0 comments:

Posting Komentar