pemerintah putuskan tunda dana ketahanan energi

Posted by

Meskipun di tunda dana ketahanan energi ini masih akan di berlakukan Indonesia memang terlambat dalam menginisiasi dana ketahanan energi
Seiring dengan menurunnya harga minyak mentah dunia pemerintah juga memberlakukan harga baru BBM per 5 Januari 2016, sebelumnya penurunan harga bbm bersubsidi ini rencananya di barengi dengan penyisihan dana sebesar 200 rupiah hingga 300 rupiah perliter dana tersebut akan di gunakan sebagai dana ketahanan energi namun senin kemarin pemerintah menyatakan hal tersebut di tunda sehingga harga bbm bersubsidi resmi di turunkan namun belum ada pembebanan dana ketahanan energi.

Untuk bbm bersubsidi premium di Jawa, Madura dan Bali turun dari 7.400 rupiah menjadi 7.050 rupiah sementara untuk luar Jawa Madura dan Bali harga turun dari 7.300 rupiah menjadi 6.950 rupiah perliter sedangkan harga solar menjadi 5.750 rupiah perliter dari harga sebelumnya 6.700 rupiah tidak hanya bbm bersubsidi pemerintah juga menurunkan harga produk pertamina lainnya seperti pertalite turun dari 8.250 rupiah menjadi 7.900 rupiah selain itu pertamak untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat turun dari 8.650 rupiah menjadi 8.500 rupiah, pertamak Jawa Tengah dan daerah Istimewa Yogyakarta turun dari 8.750 rupiah ke 8.600 rupiah dan terakhir pertamak Jawa Timur turun dari 8.750 rupiah menjadi 8.600 rupiah.

Meskipun di tunda dana ketahanan energi ini masih akan di berlakukan Indonesia memang terlambat dalam menginisiasi dana ketahanan energi sebelumnya Rusia, Singapura, India, China, bahkan Timor Leste yang belum lama merdeka telah memiliki dana ketahanan atau cadangan energi yang lebih familiar disebut Petroleum fund. Petroleum Fund adalah dana yang dimiliki suatu negara untuk menyimpan cadangan energi dan meredam kenaikan harga minyak mentah jika sewaktu waktu terjadi dana ini terdiri dari 2 yaitu stabilization fund atau dana stabilisasi dan savings fun atau dana simpanan.

Dana Stabilisasi merupakan simpanan jangka pendek untuk kepentingan fiskal dana ini tidak semerta merta di kembalikan langsung kepada rakyat namun dikumpulkan negara dan nantinya akan digunakan ketika ada lonjakan harga minyak mentah dunia tujuannya agar beban kenaikan harga yang di tanggung masyarakat tidak terlalu tinggi.

Sedangkan dana simpanan digunakan untuk memupuk aset dan membangun energi cadangan jangka panjang termasuk menciptakan energi terbarukan. Hal ini sepatutnya dilakukan sejak dini oleh Indonesia karena Indonesia tidak memiliki dana cadangan energi baik dari APBN maupun APBD.

Perihal dana cadangan atau ketahanan energi bisa di alokasikan dari beberapa sumber di antaranya penyisihan pendapatan migas Indonesia, pajak karbon atau pajak bagi konsumen dan pajak perusahaan yang bergerak di bidang migas. Pemerintah juga perlu menggaris bawahi beberapa hal sebelum membebankan dana ketahanan energi kepada masyarakat di antaranya adalah harus ada payung hukum dan aturan yang jelas tata pengelola dan lembaga akutable pengelola dana, tujuan, alokasi dana serta laporan secara transparan dan berkala kepada rakyat. Pemerintah akhirnya mengkaji kebijakan dana ketahanan ini dan akan mengikutsertakannya pada APBNP di Februari mendatang serta mempersiapkan peraturan yang menjadi payung hukum kebijakan energi ini.


Berita Terbaru Updated at: 09.42.00

0 comments:

Poskan Komentar