Langsung ke konten utama

Razia terompet sampul al-quran di jawa tengah

Aparat Polresta Pekalongan menemukan ratusan terompet berbahan sampul Al-Quran dari sejumlah minimarket
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau masyarakat tidak terprovokasi atas kasus terompet yang terbuat dari kertas sampul al-quran yang terjadi di Kendal Jawa tengah, MUI meminta umat muslim tenang dan menyerahkan kasus ini di usut oleh Kepolisian Republik Indonesia. Sebelumnya Minggu sore Ratusan terompet yang terbuat dari sampul al-quran di temukan di gerai swalayan di Kabupaten Kendal Jawa Tengah, laporan di berikan oleh salah satu anggota Nahdlatul Ulama Kendal, terompet sampul Al-Quran ini sudah menyebar ke beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Aparat Polresta Pekalongan menemukan ratusan terompet berbahan sampul Al-Quran dari sejumlah minimarket, peredaran terompet ini sempat meresahkan warga muslim Jawa Tengah menjelang perayaan tahun baru ini karena dianggap telah melakukan penghinaan terhadap agama islam. Dari penyisiran anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Pekalongan kota mendapati sekitar 317 terompet yang belum terjual di sejumlah minimarket di kawasan pantura. Terompet-terompet ini sudah menyebar di semua minimarket di Jawa Tengah pada sejumlah sampul Al-Quran yang di gunakan untuk membuat terompet terdapat tulisan Kementerian Agama RI tahun 2013. Kini Polisi mengamankan ratusan terompet tersebut dan meninta keterangan sejumlah karyawan minimarket.

Razia juga berlangsung di daerah Kendal Jawa Tengah Aparat Kepolisian mengecek satu persatu terompet yang terdapat di minimarket, selain minimarket petugas juga mengecek penjual terompet eceran yang berada di depan taman Pancasila namun dari hasil pemeriksaan petugas terompet dengan sampul Al-Quran tidak di temukan. Penyisiran ini dilakukan untuk menjaga suasana agar kondusif di Kecamatan Karang Anyar kota Khususnya terhadap peredaran terompet bersampul Al-Quran yang sudah di temukan di Kendal Jawa Tengah.

Senin siang jajaran kepolisian Sektor Karang Anyar Kota menggelar razia terompet hal ini dilakukan setelah di Kabupaten Kendal di temukan ratusan terompet yang menggunakan sampul Al-Quran, razia kali ini lebih difokuskan terhadap beberapa toko mini Market dan pedagang eceran  pinggir jalan yang menjual terompet. Jajaran Polsek setempat menyisir di bagian gudang belakang yang dijadikan tempat penyimpanan terompet dengan teliti petugas mengecek satu persatu terompet yang terdapat di minimarket selain minimarket petugas juga mengecek penjual terompet eceran yang berada di depan taman Pancasila namun dari hasil pemeriksaan petugas terompet dengan sampul Al-Quran tidak ditemukan.

tidak ingin kecolongan petugas gabungan dari Satreskrim dan Sabara Polres Grobogan juga langsung melakukan razia ke sejumlah pedagang terompet di Purwodadi Grobogan tidak hanya pedagang jalanan pedagang di dalam pasar swalayan juga tidak luput dari sasaran petugas berbagai macam terompet di periksa petugas namun tidak ditemukan satupun lembar kertas dalam terompet mengandung tulisan dari salah satu kitab suci agama manapun. Beberapa pedagang mengaku terompet tersebut merupakan buatan Wonogiri dan ada juga buatan sendiri asli orang Purwodadi.

Situasi di Grobogan tetap kondusif dan tidak ada ketersinggungan dari salah satu agama seperti halnya temuan terompet di Kendal. Sementara di Kota Pekalongan petugas kepolisian menemukan 317 trompet berbahan sampul Al-Quran dari sejumlah minimarket Minggu sore, peredaran terompet tersebut sempat meresahkan warga karena dianggap telah melakukan penghinaan terhadap agama islam. Peredaran terompet berbahan dari sampul Al-Quran tersebut sudah menyebar di sejumlah Market di Jawa Tengah, sampul Al-Quran yang digunakan untuk membuat terompet tersebut terdapat tulisan kementerian Agama RI tahun 2013 Polisi kini mengamankan ratusan terompet tersebut dan meminta keterangan sejumlah karyawan minimarket Alfamart Polisi berencana terus melakukan Razia untuk mencegah peredaran terompet berbahan sampul Al-Quran tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengaruh minuman keras anak tega hamili ibu kandung

Diduga karena pengaruh minuman keras seorang pemuda berinisial SA dengan sangat tega memperkosa ibu kandung sendiri hingga hamil dan melahirkan seorang bayi Saat diinterogasi oleh pihak kepolisian SA mengaku melakukan aksi pemerkosaan setiap kali pulang kerumah usai menenggak minuman keras oplosan kasus pemerkosaan ini terungkap setelah bayi yang dilahirkan oleh sang ibu kandung SA ditemukan warga di sebuah kebun Beruntung sang bayi masih dalam kondisi hidup dan diselamatkan oleh warga, Kini SA sang anak durhaka diamankan ke mapolres lombok timur sedangkan sang ibu kandung diamankan oleh pihak berwajib di lapas selong Lombok untuk menghindari amukan massa

100 Hari Masa Kepemimpinan, Program Dan Kebijakan Anies-Sandi Banyak Menuai Kritik

Tepat 100 hari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno memimpin Jakarta sejumlah kenijakan pun telah dikeluarkan mulai dari OKE OCE, penataan tanah abang hingga hunian DP 0 Rupiah. Namun beberapa dari kebijakan Anies-Sandi Ini mendapatkan Beberapa Catatan Terutama Dari Kalangan Fraksi PDIP Fraksi PDIP - DKI Evaluasi Masa 100 Hari Kepemimpinan Anies Baswedan Terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Anies- Sandi telah menginjak 100 Hari masa kepemimpinan, sejumlah kebijakan telah dikeluarkan untuk membenahi Jakarta seperti Program OKE OCE, Program ini untuk menciptakan Wirausahawan dan lapangan kerja baru. sudah ada puluhan ribu anggota yang tergabung dalamprogram oke oce yang memiliki keterampilan namun program pembinaan pelaku UKM ini mendapatkan kritikan pedas dari anggota DPR Jakarta Nur Afni Sajeeb, Nur mengatakan Program OKE OCE ini hanya program cuap cuap saja tanpa praktek Program kedua yang dikeluarkan oleh Gubernur Jakarta ialah program oke trip, Pr

Samhudi sang " Guru Cubit Murid " Dihukum 3 bulan Penjara oleh pengadilan negeri Sidoarjo

Sidang vonis terhadap samhudi guru di Sidoarjo yang dipidanakan karena mencubit muridnya Kamis pagi di warnai demonstrasi para guru menuntut hakim pengadilan negeri Sidoarjo membebaskan samhudi puluhan guru yang datang ke pengadilan negeri Sidoarjo membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap kriminalisasi profesi guru menurut mereka apa yang dilakukan samhudi untuk mendidik muridnya selain mendesak hakim demonstran menyemangati para guru agar tidak kendur dalam mendidik murid Samhudi adalah guru di SMP Sidoarjo yang di laporkan Yuni Kurniawan ke polres Sidoarjo karena mencubit anaknya sebelumnya Yuni sudah melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah namun tidak di tanggapi hingga berujung pelaporan kepada polisi "Hari ini bapak ibu guru tidak datang bukan berarti tidak mendukung pak samhudi tapi mereka masih memikirkan tugasnya untuk memintarkan anak didiknya nah kita dari sini kita harus waspada jangan sampai kita itu bermasalah dengan guru apalagi sampai mau memenjarakan g