Pengumuman 23 perusahaan atas terjadinya kebakaran lahan dan hutan

Posted by

Dari 23 perusahaan tercatat 1 perusahaan di cabut hak pengusahaan hutan 2 perusahaan di cabut izin lingkungan 4 perusahaan atas paksaan pemerintah 16 perusahaan dibekukan izinnya
Senin malam Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti umumkan berita terbaru tentang 23 perusahaan pelaku kasus kebakaran lahan dan hutan. Dari 23 perusahaan tercatat 1 perusahaan di cabut hak pengusahaan hutan 2 perusahaan di cabut izin lingkungan 4 perusahaan atas paksaan pemerintah 16 perusahaan dibekukan izinnya. Di luar 23 perusahaan tadi 2 perusahaan lainnya masih dalam tahap 1 yaitu penyerahan berkas ke jaksa 3 perusahaan yang lain sedang menjalani proses tahap 2 yaitu penyerahan tersangka dan berkas ke Kejaksaan 3 perusahaan tersebut terdiri dari 2 perusahaan asal Indonesia yaitu PT. MA dan PT. PHT sedangkan satu lainnya PT. ASP berasal dari Tiongkok. Hingga Desember 2015 Kementerian LHK Baru menangani 56 perkara, pemerintah bersikap tegas bahwa areal kebakaran hutan di indonesia di kembalikan kepada negara.

Kepolisian juga ikut dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan, kasus yang di tangani Polri sejauh ini sejumlah 300 kasus baik dari perorangan maupun korporasi. Proses penyidikan ini sulit karena membutuhkan para ahli. Dengan koordinasi yang semakin kuat pemerintah berharap bencana kabut asap dapat di kurangi dan proses hukum bagi para perusahaan akan terus berjalan. Kementerian LHK baru memenangkan persidangan di Mahkamah Agung atas nilai 366 miliar dari Kalista Alam Sawit, juga masih menunggu putusan MA atas Surya Panen Subur dengan nilai gugatan 439 miliar rupiah dan PT. Bumi Mekar Hijau senilai 7,97 triliun sedangkan proses sidang atas Jatim Jaya Perkasa dan NSP dengan nilai gugatan 490 miliar rupiah dan 1,37 triliun namun kerugian negara tidak sebanding dengan nilai gugatan selain banyak korban jiwa dan dampak kesehatan kerugian material negara mencapai 240 triliun.



Berita Terbaru Updated at: 12.42.00

0 comments:

Posting Komentar