Memperingati Hari HIV/AIDS dan Minimnya Rumah Rehabilitasi Bagi Pengidapnya

Posted by

Rumah Rehabilitasi bagi para pengidap HIV/AIDS
Rumah Lentera terletak di Kelurahan Bumi Laweyan Solo tempat ini menjadi rumah singgah bagi anak-anak yang ditinggal orang tuanya karena AIDS. Mereka juga harus melawan virus mematikan HIV karena telah tertular sejak dalam kandungan. Rumah Lentera sudah berdiri 2 tahun tujuannya untuk berikan hak dan kesetaraan hidup pada anak-anak korban HIV AIDS terlebih sebagian besar keluarga menolak kehadiran mereka.

Rumah singgah seperti Rumah Lentera atau Rumah Rehabilitasi bagi para pengidap HIV/AIDS masih sangat terbatas jumlahnya belum sebanding dengan jumlah keseluruhan orang yang hidup dengan penyakit ini. Bahkan hingga tahun 2015 Indonesia hanya memiliki 1 unit prasarana teknis rehabilitasi sosial yaitu di Sukabumi Jawa Barat, Pemerintah baru akan membangun satu unit lagi panti rehabilitasi di kawasan Timika Papua Barat.

Berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI 10 tahun terakhir jumlah kasus HIV/AIDS secara umum meningkat, peningkatan seiring dengan jumlah pengidap yang terdeteksi karena kesadaran masyarakat lakukan Test HIV. HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan virus penyebab AIDS dan AIDS atau Acquired Immunodeficiency syndrome merupakan kondisi ketika HIV sebabkan kerusakan serius pada imun tubuh. Belum ada obatnya infeksi HIV tidak bisa benar-benar di hilangkan dari tubuh, Namun perkembangan dunia medis telah temukan sejumlah metode yang mungkinkan orang terinfeksi HIV bisa hidup panjang dan produktif.

Terletak di wilayah Kecamatan Lawean rumah ini menjadi tempat bernaung bagi anak-anak yang tampak berbeda dengan anak-anak normal lainnya, faktanya mereka adalah ODAHA anak dari keturunan orang dengan HIV AIDS orang tua mereka sudah meninggal tetapi virus karena kesalahan masa lalu terlanjur hidup dalam tubuh bocah-bocah tidak berdosa ini namun mereka tidak sendiri. Di Indonesia terhitung ada lebih dari 20 ribu kasus HIV AIDS jumlah penderita HIV tertinggi ada pada tahun 2014 yakni 22.869 kasus jumlahnya memang menurun dari tahun 2013 sedangkan jumlah penderita AIDS tertinggi ada pada tahun 2012 dengan angka kematian tertinggi di rentang tahun 2011 hingga 2014 yakni 1.489 orang.

Angkanya memang berubah setiap tahun tapi jika di jumlahkan dari tahun 1987 hingga 2014 jumlahnya mengkhawatirkan sebanyak 150.296 orang mengidap HIV dan 55.799 di antaranya terjangkit AIDS. Penyakit ini menular lewat berbagai media tidak hanya kegiatan seksual hal lain seperti penggunaan jarum suntik dan kehamilan juga berisiko tinggi menjadi media perpindahan virus kebiasaan bergonta-ganti pasangan menjadi media paing efektif dan ditemui di 60% kasus. Di rumah Lentera anak-anak dengan virus mematikan ini hidup seadanya, berharap bantuan para donatur obat khusus seperti ARV menjadi penyambung nyawa bocah-bocah ini

"kami berharap ada lentera-lentera yang lain di kota-kota seluruh Indonesia jadi tidak hanya kami dan juga Pemerintah juga bisa untuk mengambil alih anak-anak ini untuk diasuhkan Pemerintah yang dianggarkan oleh Tanggaran APBN atau APBD" ujar Puger Mulyono Pengelola Rumah Lentera

Sejak berdiri 2 tahun lalu tidak kurang dari puluhan anak sudah di rawat, salah satu kesulitan rumah lentera adalah menjadi rumah dan lingkungan yang mau menerima kehadiran anak-anak ini, beberapa kali bahkan mereka harus pindah rumah dan sekolah karena penolakan yang muncul.



Berita Terbaru Updated at: 15.37.00

0 comments:

Posting Komentar