Langsung ke konten utama

Komplotan perampok dalam mikrolet M01 di jakarta timur

Yuliha Pritianingsih menjadi korban saat menumpang mikrolet M01 dari jalan Slamet Riyadi Matraman Jakarta Timur bukan hanya cincin dan telepon genggam ATM berisi uang 23 juta juga di kuras pelaku
Beni Tambunan, Cristian Tambunan dan Fernando Naibaho tiga pelaku spesialis perampokan dalam mikrolet di amankan Polisi. Komplotan perampok ini menggunakan mikrolet M01 jurusan Senen kampung Melayu 2 orang berperan sebagai penumpang dan 1 orang sebagai supir. Target penumpang yang menjadi incaran adalah wanita yang menumpang mikrolet di malam hari selain menjarah harta dan benda korban pelaku tidak segan menganiaya jika korban melawan setelah menguras harta benda korbannya para pelaku menurunkan korban di sejumlah wilayah di Jakarta.

Yuliha Pritianingsih menjadi korban saat menumpang mikrolet M01 dari jalan Slamet Riyadi Matraman Jakarta Timur bukan hanya cincin dan telepon genggam ATM berisi uang 23 juta juga di kuras pelaku. Kini ke 3 pelaku di tahan Polres Jakarta Timur selain menahan pelaku Polisi juga menyita 3 mikrolet yang digunakan saat perampokan hingga kini Polisi masih memburu 2 pelaku lain yang di duga menjadi otak komplotan. Polisi menghimbau kepada warga agar berhati hati naik kendaraan umum pada malam hari dan mewaspadai mikrolet yang berkaca gelap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengaruh minuman keras anak tega hamili ibu kandung

Diduga karena pengaruh minuman keras seorang pemuda berinisial SA dengan sangat tega memperkosa ibu kandung sendiri hingga hamil dan melahirkan seorang bayi Saat diinterogasi oleh pihak kepolisian SA mengaku melakukan aksi pemerkosaan setiap kali pulang kerumah usai menenggak minuman keras oplosan kasus pemerkosaan ini terungkap setelah bayi yang dilahirkan oleh sang ibu kandung SA ditemukan warga di sebuah kebun Beruntung sang bayi masih dalam kondisi hidup dan diselamatkan oleh warga, Kini SA sang anak durhaka diamankan ke mapolres lombok timur sedangkan sang ibu kandung diamankan oleh pihak berwajib di lapas selong Lombok untuk menghindari amukan massa

100 Hari Masa Kepemimpinan, Program Dan Kebijakan Anies-Sandi Banyak Menuai Kritik

Tepat 100 hari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno memimpin Jakarta sejumlah kenijakan pun telah dikeluarkan mulai dari OKE OCE, penataan tanah abang hingga hunian DP 0 Rupiah. Namun beberapa dari kebijakan Anies-Sandi Ini mendapatkan Beberapa Catatan Terutama Dari Kalangan Fraksi PDIP Fraksi PDIP - DKI Evaluasi Masa 100 Hari Kepemimpinan Anies Baswedan Terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Anies- Sandi telah menginjak 100 Hari masa kepemimpinan, sejumlah kebijakan telah dikeluarkan untuk membenahi Jakarta seperti Program OKE OCE, Program ini untuk menciptakan Wirausahawan dan lapangan kerja baru. sudah ada puluhan ribu anggota yang tergabung dalamprogram oke oce yang memiliki keterampilan namun program pembinaan pelaku UKM ini mendapatkan kritikan pedas dari anggota DPR Jakarta Nur Afni Sajeeb, Nur mengatakan Program OKE OCE ini hanya program cuap cuap saja tanpa praktek Program kedua yang dikeluarkan oleh Gubernur Jakarta ialah program oke trip, Pr

Samhudi sang " Guru Cubit Murid " Dihukum 3 bulan Penjara oleh pengadilan negeri Sidoarjo

Sidang vonis terhadap samhudi guru di Sidoarjo yang dipidanakan karena mencubit muridnya Kamis pagi di warnai demonstrasi para guru menuntut hakim pengadilan negeri Sidoarjo membebaskan samhudi puluhan guru yang datang ke pengadilan negeri Sidoarjo membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap kriminalisasi profesi guru menurut mereka apa yang dilakukan samhudi untuk mendidik muridnya selain mendesak hakim demonstran menyemangati para guru agar tidak kendur dalam mendidik murid Samhudi adalah guru di SMP Sidoarjo yang di laporkan Yuni Kurniawan ke polres Sidoarjo karena mencubit anaknya sebelumnya Yuni sudah melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah namun tidak di tanggapi hingga berujung pelaporan kepada polisi "Hari ini bapak ibu guru tidak datang bukan berarti tidak mendukung pak samhudi tapi mereka masih memikirkan tugasnya untuk memintarkan anak didiknya nah kita dari sini kita harus waspada jangan sampai kita itu bermasalah dengan guru apalagi sampai mau memenjarakan g