Rencana pemerintah turunkan bbm

Posted by


 hal itu belum di realisasikan padahal harga minyak dunia hari ini mencapai titik terendah dalam 7 tahun terakhir
Rencana pemerintah turunkan harga Bahan Bakar Minyak (bbm) gas dan listrik termasuk dalam paket kebijakan ekonomi jilid III namun hingga kini hal itu belum di realisasikan padahal harga minyak dunia hari ini mencapai titik terendah dalam 7 tahun terakhir yakni 37 dolar Amerika per barel hal ini tergantung kondisi BUMN pengelola.


Sementara itu anggota DPR dari fraksi Gerindra Ramson Siagian usulkan agar pemerintah menurunkan harga bbm jenis premium hingga 900 rupiah perliternya. Namun pendapat berbeda di ungkapkan pengamat energi Ferdinand Hutahaean harga bbm 2015 perlu di pertahankan agar tidak memancing reaksi negatif masyarakat atau melemahkan pasar. Harga minyak mentah dunia atau harga bbm terbaru turun dari 108 dolar Amerika Serikat per barel pada Juli 2014 menjadi 37,5 dolar Amerika Serikat Per barel awal Desember 2015 penurunan ini menyebabkan Pt. Pertamina merugi karena biaya produksi yang lebih tinggi di bandingkan harga jual.

Pemerintah akan mengumumkan penurunan harga BBM pada 1 April 2016 namun penurunan harganya tidak berdasarkan skala perekonomian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said beralasan hal itu untuk menjaga stabilitas harga BBM menurut Sudirman selisih harga penurunan akan disimpan jika sewaktu-waktu harga BBM naik signifikan terutama saat menjelang hari Idul Fitri. Harga baru akan berlaku mulai 1 April hingga 30 Juni 2016 konsisten dengan penentuan harga pada periode sebelumnya yaitu setiap 3 bulan sekali.

Sementara itu Bank Indonesia (BI) menyambut baik rencana penurunan harga BBM, BI menilai hal itu membuat inflasi tahun ini lebih terkendali BI memperkirakan implasi Maret ini berada di level 0,28% dengan angka itu angka inflasi secara tahunan mencapai 4,53% kenaikan inflasi itu disebabkan kenaikan harga pangan di antaranya harga bawang dan cabai rawit.



Berita Terbaru Updated at: 11.03.00

0 comments:

Posting Komentar