Langsung ke konten utama

3 orang penumpang Batik Air pembuat ancaman bom di bandara el tari

Ketiganya adalah penumpang pesawat asal Sukabumi Jawa Barat yang akan terbang dari Kupang menuju Jakarta. Atas perbuatannya tiga pelaku terancam hukuman satu tahun penjara
Hingga Sabtu siang Kepolisian daerah Nusa Tenggara Timur masih memeriksa 3 orang penumpang batik air pembuat ancaman bom, Ketiganya adalah penumpang pesawat asal Sukabumi Jawa Barat yang akan terbang dari Kupang menuju Jakarta. Atas perbuatannya tiga pelaku terancam hukuman satu tahun penjara.

Ancaman bom terjadi di Bandara El Tari Kupang Sabtu pagi, kejadian berawal dari salah seorang penumpang Batik Air rute Kupang- Jakarta mengatakan dalam tasnya terdapat bom. Dalam pemeriksaan pelaku mengaku bahwa bom hanyalah gurauan, ia lontarkan ulah iseng karena kesal saat tas bawaannya di geledah di Bandara. Tas pelaku di periksa ulang karena terdeteksi berisi cairan obat nyamuk dan minuman keras. Pihak Maskapai dan Otoritas Bandara langsung melapor ke paskhas TNI AU Lanud El Tari dan Brimobda NTT, antisipasi petugas sempat menyisir barang bawaan seluruh penumpang, badan pesawat serta area bandara. Aksi iseng ini di proses secara hukum sebagai peringatan agar tidak ada lagi yang melakukan ulah serupa.

Akibat teror palsu ini bandara sempat lumpuh dan penerbangan Batik Air ID 6541 tujuan Kupang Jakarta tertunda jadwal penerbangan pesawat yang seharusnya terbang pukul 08.00 pagi namun akhirnya baru berangkat pukul 11.00 WIT.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengaruh minuman keras anak tega hamili ibu kandung

Diduga karena pengaruh minuman keras seorang pemuda berinisial SA dengan sangat tega memperkosa ibu kandung sendiri hingga hamil dan melahirkan seorang bayi Saat diinterogasi oleh pihak kepolisian SA mengaku melakukan aksi pemerkosaan setiap kali pulang kerumah usai menenggak minuman keras oplosan kasus pemerkosaan ini terungkap setelah bayi yang dilahirkan oleh sang ibu kandung SA ditemukan warga di sebuah kebun Beruntung sang bayi masih dalam kondisi hidup dan diselamatkan oleh warga, Kini SA sang anak durhaka diamankan ke mapolres lombok timur sedangkan sang ibu kandung diamankan oleh pihak berwajib di lapas selong Lombok untuk menghindari amukan massa

100 Hari Masa Kepemimpinan, Program Dan Kebijakan Anies-Sandi Banyak Menuai Kritik

Tepat 100 hari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno memimpin Jakarta sejumlah kenijakan pun telah dikeluarkan mulai dari OKE OCE, penataan tanah abang hingga hunian DP 0 Rupiah. Namun beberapa dari kebijakan Anies-Sandi Ini mendapatkan Beberapa Catatan Terutama Dari Kalangan Fraksi PDIP Fraksi PDIP - DKI Evaluasi Masa 100 Hari Kepemimpinan Anies Baswedan Terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Anies- Sandi telah menginjak 100 Hari masa kepemimpinan, sejumlah kebijakan telah dikeluarkan untuk membenahi Jakarta seperti Program OKE OCE, Program ini untuk menciptakan Wirausahawan dan lapangan kerja baru. sudah ada puluhan ribu anggota yang tergabung dalamprogram oke oce yang memiliki keterampilan namun program pembinaan pelaku UKM ini mendapatkan kritikan pedas dari anggota DPR Jakarta Nur Afni Sajeeb, Nur mengatakan Program OKE OCE ini hanya program cuap cuap saja tanpa praktek Program kedua yang dikeluarkan oleh Gubernur Jakarta ialah program oke trip, Pr

Samhudi sang " Guru Cubit Murid " Dihukum 3 bulan Penjara oleh pengadilan negeri Sidoarjo

Sidang vonis terhadap samhudi guru di Sidoarjo yang dipidanakan karena mencubit muridnya Kamis pagi di warnai demonstrasi para guru menuntut hakim pengadilan negeri Sidoarjo membebaskan samhudi puluhan guru yang datang ke pengadilan negeri Sidoarjo membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap kriminalisasi profesi guru menurut mereka apa yang dilakukan samhudi untuk mendidik muridnya selain mendesak hakim demonstran menyemangati para guru agar tidak kendur dalam mendidik murid Samhudi adalah guru di SMP Sidoarjo yang di laporkan Yuni Kurniawan ke polres Sidoarjo karena mencubit anaknya sebelumnya Yuni sudah melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah namun tidak di tanggapi hingga berujung pelaporan kepada polisi "Hari ini bapak ibu guru tidak datang bukan berarti tidak mendukung pak samhudi tapi mereka masih memikirkan tugasnya untuk memintarkan anak didiknya nah kita dari sini kita harus waspada jangan sampai kita itu bermasalah dengan guru apalagi sampai mau memenjarakan g