kekeringan warga jadikan waduk untuk bercocok tanam

Posted by

lahan pertanian kekeringan warga terpaksa becocok tanam di waduk air
Petani di Tegal Jawa Tengah memanfaatkan Waduk Cacaban yang mengering untuk bercocok tanam kemarau panjang membuat debit air waduk menyusut sehingga tidak mampu mengairi lahan pertanian. Beginilah kondisi waduk Cacaban di Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Tegal Jawa Tengah Sejak tiga bulan terakhir debit air di waduk ini terus menyusut sehingga tidak mampu mengairi lahan pertanian waduk yang mengering akhirnya di manfaatkan para petani untuk bercocok tanam sebab tidak ada lagi sumber air di lahan pertanian mereka. Bertani di waduk sebenarnya penuh resiko para petani hanya mengandalkan faktor keberuntungan dengan harapan hujan tidak turun sebelum masa panen sebab jika musim hujan tiba sebelum panen dan waduk terisi air maka padi akan tenggelam meski demikian mereka mengaku bertani di waduk lebih mudah karena tidak membutuhkan pupuk dan tanahnya merupakan tanah lumpur.

Penyusutan debit air di waduk Cacaban terjadi sejak Agustus lalu akibat kemarau panjang dalam kondisi normal waduk ini bisa mengairi 760 hektar lahan pertanian namun kini ribuan hektar sawah tidak dapat di airi. Waduk Cacaban di bangun tahun 1947 dan merupakan sumber irigasi satu-satunya di kabupaten tegal waduk ini mengairi lahan pertannian di lima kecamatan yakni Kecamatan Kedungbanteng Kecamatan Pangkah Kecamatan Slawi Kecamatan Tarub dan Kecamatan Suradadi.



Berita Terbaru Updated at: 15.36.00

0 comments:

Posting Komentar