Rupiah Kembali Anjlok ke nilai terendah

Posted by

 Bank Indonesia untuk bisa mempertahankan penguatan kurs Rupiah

Bank Indonesia yang di minta untuk menjaga agar rupiah tidak kembali ke 14 ribu per dolar Amerika Serikat, sebagai otoritas moneter Bank Indonesia berfungsi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah Pengamat Valas Parial Anwar mengingatkan Bank Indonesia untuk bisa mempertahankan penguatan kurs Rupiah supaya tidak kembali terperosot ke level 14 ribu per dolar Amerika Serikat. Penguatan rupiah masih sangat rentan terhadap gejolak eksternal maupun internal.

Pertama menurut Parial Indonesia masih akan menghadapi kondisi yang ketidak pastian sampai dengan akhir tahun ini terutama maju mundurnya kenaikan tingkat suku bunga Amerika Serikat kedua menurut Parial aliran dana asing yang masuk kategorinya uang panas atau Hot Money bukan berasal dari devisa yang di hasilkan sektor real atau dunia usaha uang panas ini masuk dari pembelian saham maupun surat hutang di pasar modal untuk itu Parial berharap agar Bank Indonesia bisa tegas merealisasikan kebijakan yang sudah di keluarkan dalam rangka stabilisasi kurs rupiah meliputi Intervensi menggelontorkan cadangan devisa atau cadev pada saat permintaan dollar di pasar sedang tinggi.

Kurs bank Indonesia kemarin mematok dolar di angka 14.332 rupiah, posisi ini merupakan yang terendah selama tahun 2015 atau mendekati level terburuk sejak krisis keuangan tahun 1998 lalu, di pasar spot antar Bank kurs rupiah bahkan sudah menyentuh level 14.465/dolar Amerika Serikat kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga Amerika Serikat kembali mendorong penguatan dolar sehingga membuat mata uang negara-negara berkembang seperti rupiah kembali tertekan. Hingga penutupan sore kemarin IHSG sudah terkoreksi 0,09% ke level 4.343 selama perdagangan kemarin indeks sama sekali belum pernah menyentuh zona hijau aksi jual pelaku pasar semakin marak menyusul kejatuhan pasar saham kawasan Asia.



Berita Terbaru Updated at: 15.22.00

0 comments:

Posting Komentar