Rumah singgah oksigen di pekan baru Riau di padati warga

Posted by

Rumah singgah oksigen di pekan baru Riau di padati warga terdampak kabut asap akibatnya stok oksigen terus menipis sementara di Maluku kebakaran kembali melanda belasan hektar lahan kayu putih siap panen akibatnya warga harus menanggung kerugian puluhan juta rupiah. Rumah singgah oksigen di jalan di ponogoro pekan baru Riau yang beroperasi sejak Sabtu kemarin terus di padati warga terdampak kabut asap warga antre untuk mendapatkan fasilitas bantuan pernapasan akibatnya stok tabung oksigen untuk bantuan pernafasan terus menipis.

Kondisi ini berbeda dengan posko evakuasi yang di dirikan pemerintah provinsi Riau walau pun telah di lengkapi dengan berbagai fasilitas seperti penyejuk ruangan, oksigen serta Box bayi namun hingga senin siang belum ada warga yang mengungsi di posko ini. Hingga senin siang kabut asap masih menyelimuti wilayah Riau jarak pandang mencapai 800 meter dengan kualitas udara berada di level tidak sehat di Maluku utara belasan hektar lahan kayu putih siap panen kembali terbakar warga berupaya memadamkan kebakaran secara swadaya karena tidak ada bantuan dari pemerintah setempat namun upaya warga sia-sia mengingat kobaran api yang terus membesar dan meluas kebakaran lahan ini di duga akibat ulah warga yang membuka lahan baru dengan cara di bakar tidak hanya lahan kayu putih tanaman lain seperti cengkih dan kelapa juga habis di lalap api warga pun harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah hingga 25 Oktober 2015 polisi telah menerima 264 laporan perusakan lingkungan dari laporan tersebut 105 kasus telah di sidik oleh polisi dan 2 kasus telah di limpahkan ke pengadilan polisi juga telah menetapkan lebih dari 300 tersangka pelaku pembakaran lahan dan hutan di mana 87 tersangka telah di tahan polisi juga mendalami keterlibatan 6 perusahaan dengan modal asing dalam pembakaran lahan dan hutan di sejumlah lokasi di Indonesia 6 perusahaan tersebut berlokasi di pulau Sumatera dan Kalimantan.

Sejak di buka di Jalan Diponegoro Pekanbaru Riau Rumah singgah oksigen terus ramai di datangi warga baik dewasa maupun anak-anak yang ingin menghirup oksigen bersih agar seluruh warga yang datang dapat kebagian oksigen maka diberikan batasan waktu untuk menghirup yakni dewasa 15 menit sementara anak-anak 7 menit. Warga bahkan rela menunggu  giliran untuk bisa mendapatkan oksigen bersih yang diberikan secara gratis ini karena hanya tersedia 4 tabung ukuran sedang. Sementara di Palembang Sumatera Selatan aula asrama haji dijadikan  sebagai rumah singgah untuk menampung warga yang di evakuasi akibat terdampak polusi asap hingga kemarin baru 3 warga yang membawa anaknya untuk berobat di rumah singgah tersebut, rumah singgah ini mampu menampung 200 warga dengan fasilitas diantaranya 29 palbet 20 kasur dan batal klinik kesehatan serta mobil ambulance hingga kini polusi asap masih nampak pekat di udara Palembang menurut data Citra Satelit Terra Aqua sebaran titik panas di Sumatera Selatan per27 Oktober kemarin sebanyak 625 titik panas.



Berita Terbaru Updated at: 10.56.00

0 comments:

Posting Komentar