Ratusan pasien ISPA akibat kabut asap dalam kurun waktu 3 bulan terakhir

Posted by

Aditya bayi berusia 2 setengah bulan harus berjuang melawan sesak nafas hebat sakit ini di deritanya akibat terpapar kabut asap untuk mendapat pertolongan di rumah sakit umum puri Husada tembilahan kabupaten indragiri hilir Sabtu siang Aditya harus menempuh tiga jam perjalanan sebab rumahnya jauh dari pusat kota beruntung Aditya mampu bertahan dan jiwanya mampu terselamatkan. Berbeda dengan Arikah Fatinah Ramadhani balita 15 bulan ini tidak tertolong lagi setelah menderita sesak nafas. Arikah tinggal bersama keluarganya di jalan swadaya srijaya Palembang setelah menunjukkan gejala batuk dan demam ia sempat di bawa ke klinik dan di beri obat Minggu 11 Oktober Arikah menghembuskan nafas terakhir karena infeksi paru keterangan dokter asap menambah parah penyakit yang telah di deritanya.

Di Palangkaraya unit gawat darurat Rumah Sakit Dr.Doris Sylvanus Palangkaraya di penuhi pasien yang mengeluh sesak nafas petugas rumah sakit memberi pertolongan menggunakan tabung oksigen dan nebolaizer gejala sesak tidak hanya menyerang pasien yang telah memiliki riwayat asma, balita, anak serta lanjut usia yang tidak memiliki riwayat penyakit ini sebelumnya turut terkena data dari rumah sakit selama kabut asap terjadi tiga bulan terakhir ada 130 pasien ISPA yang menjalani rawat inap dan lebih dari 1.000 orang di rawat jalan akibat kabut asap korban telah berjatuhan kualitas udara yang mereka hirup telah berada di luar batas normal yang bisa di hirup manusia mencegah bertambahnya korban evakuasi warga menjadi opsi pertolongan pertama yang di pilih pemerintah.



Berita Terbaru Updated at: 10.51.00

0 comments:

Posting Komentar