Polres luwu temukan bangkai pesawat Aviastar

Posted by


Tim Polres Luwu dalam menemukan pesawat Aviastar yang hilang sejak beberapa hari lalu
Tim Polres Luwu dalam menemukan pesawat Aviastar yang hilang sejak beberapa hari lalu, selama 2 hari 3 malam tim operasi yang di bentuk Polres luwu bermalam di tengah hutan kawasan Pegunungan Latimojong yang terletak di perbatasan kabupaten Luwu kabupaten enrekan Sulawesi selatan. Mereka mencari lokasi pesawat Aviastar PKBRM yang hilang kontak sejak Jumat 2 Oktober 2015.

Logistik yang di bawa sejak hari pertama pencarian mulai menipis namun mereka terus bergerak mencari pesawat yang berisi 7 penumpang dan 3 kru tersebut. Tim kesulitan berkomunikasi karena berada di lokasi yang sinyalnya lemah. Berbekal keyakinan akan informasi dari warga sekitar pegunungan Pegunungan Latimojong dan warga lainnya untuk melihat pesawat Aviastar yang terbang rendah di pegunungan papaja tim terus melakukan pencarian.

Hingga saat ini tim gabungan Basarnas yang terdiri dari TNI, Polri dan masyarakat juga sudah bergeser kelokasi guna membantu evakuasi. Tidak hanya tim bantuan dari jalur darat tim jalur udara juga di kerahkan untuk menuju lokasi guna melakukan evakuasi menggunakan helikopter milik Polri dan TNI Angkatan Darat yang berangkat dari pangkalan udara TNI Angkatan Udara di Mandai Kabupaten Maros pukul 06.00 WITA.

Kementerian Perhubungan temukan adanya dugaan kesalahan prosedur yang dilakukan oleh Pilot Aviastar, kesalahan tersebut diketahui setelah pesawat tidak ditemukan dari 2 rute resmi yang telah ditentukan.

"ketika dicari pada rute utamanya itu ternyata tidak ditemukan, kemudian pencarian dialihkan kepada rute alternatif, rute alternatif juga di carikan di cari di beberapa rute alternatif tidak di temukan oleh karena itu ada dimungkinkan bahwa pesawat ini mengambil rute lain di luar rute utama dan rute alternatif" ujar J.A. Barata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub

Menurut rute resmi Masamba Makassar seharusnya pesawat Aviastar akan terbang pada ketinggian 8.000 kaki, pada rute resmi pesawat akan melewati pantai sampai Siwa lalu berbelok kanan menuju Makassar, pada saat terbang ke arah Makassar dengan ketinggian 8.000 kaki pesawat tidak mungkin langsung berbelok ke kanan karena terdapat pegunungan dengan tinggi 11.000 kaki untuk itulah pesawat harus menyusuri pantai dahulu baru setelah menemukan pegunungan setinggi 5.000 kaki pesawat akan terbang ke area tersebut. Sementara itu keberadaan pesawat Twin Otter sebagai pesawat perintis di daerah pedalaman dinilai tepat karena kemampuannya berbelok serta mendarat di landasan pendek, akan tetapi pesawat perintis harus memiliki Emergency Locator Transmitter.

Untuk Proses penyelidikan Kementerian Perhubungan berencana bekukan izin operasional semua pesawat Twin Otter selama sepekan, hal tersebut dilakukan untuk kepentingan pengecekan kelayakan pesawat.



Berita Terbaru Updated at: 15.04.00

0 comments:

Posting Komentar