Langsung ke konten utama

Pemerintah Kaji Hukuman kebiri secara kimiawi bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak

hukuman kebiri
Pemerintah sedang mengkaji soal hukuman kebiri kimiawi bagi pelaku kejahatan seksual anak sedangkan ikatan dokter Indonesia menolak jika di tunjuk sebagai eksekutor karena hal itu melanggar kode etik dokter.

Meningkatnya kasus kejahatan seksual terhadap anak membuat pemerintah mencari cara agar para pelaku jera caranya dengan pemberatan hukuman berupa kebiri kimia kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kini masih mengkaji dan masih menyusun draf hukuman kebiri kimia bersama kementrian terkait.

Hukuman Kebiri kimiawi juga di dukung menteri hukum dan Ham Yasonna Laoly kejahatan seksual terhadap anak sangat mengancam untuk itu kajian peraturan pemerintah pengganti undang-undang PERPU perlu segera di lakukan. Saat ini Indonesia belum memiliki undang-undang khusus tentang pelaku kejahatan seksual terhadap anak namun terkait dengan kebiri Kimia ini ikatan dokter Indonesia atau IDI ini menolak jika di tunjuk sebagai sebagai eksekutor dalam pelaksanaannya hal ini di nilai melanggar sumpah dan kode etik kedokteran.

Menurut IDI hukuman kebiri kimiawi di nilai tidak efektif karena dapat menimbulkan masalah hak asasi manusia baru yaitu merenggut hak memperoleh kesehatan untuk itu IDI sarankan pemerintah mengkaji ulang kebijakan ini dengan melibatkan dokter kejiwaan, ahli psikologi, serta ahli sosial di Indonesia hukuman bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak di nilai terlalu ringan menurut undang-undang perlindungan anak no 35 tahun 2014 pelaku hanya terancam hukuman penjara 3 sampai 15 tahun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengaruh minuman keras anak tega hamili ibu kandung

Diduga karena pengaruh minuman keras seorang pemuda berinisial SA dengan sangat tega memperkosa ibu kandung sendiri hingga hamil dan melahirkan seorang bayi Saat diinterogasi oleh pihak kepolisian SA mengaku melakukan aksi pemerkosaan setiap kali pulang kerumah usai menenggak minuman keras oplosan kasus pemerkosaan ini terungkap setelah bayi yang dilahirkan oleh sang ibu kandung SA ditemukan warga di sebuah kebun Beruntung sang bayi masih dalam kondisi hidup dan diselamatkan oleh warga, Kini SA sang anak durhaka diamankan ke mapolres lombok timur sedangkan sang ibu kandung diamankan oleh pihak berwajib di lapas selong Lombok untuk menghindari amukan massa

100 Hari Masa Kepemimpinan, Program Dan Kebijakan Anies-Sandi Banyak Menuai Kritik

Tepat 100 hari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno memimpin Jakarta sejumlah kenijakan pun telah dikeluarkan mulai dari OKE OCE, penataan tanah abang hingga hunian DP 0 Rupiah. Namun beberapa dari kebijakan Anies-Sandi Ini mendapatkan Beberapa Catatan Terutama Dari Kalangan Fraksi PDIP Fraksi PDIP - DKI Evaluasi Masa 100 Hari Kepemimpinan Anies Baswedan Terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Anies- Sandi telah menginjak 100 Hari masa kepemimpinan, sejumlah kebijakan telah dikeluarkan untuk membenahi Jakarta seperti Program OKE OCE, Program ini untuk menciptakan Wirausahawan dan lapangan kerja baru. sudah ada puluhan ribu anggota yang tergabung dalamprogram oke oce yang memiliki keterampilan namun program pembinaan pelaku UKM ini mendapatkan kritikan pedas dari anggota DPR Jakarta Nur Afni Sajeeb, Nur mengatakan Program OKE OCE ini hanya program cuap cuap saja tanpa praktek Program kedua yang dikeluarkan oleh Gubernur Jakarta ialah program oke trip, Pr

Samhudi sang " Guru Cubit Murid " Dihukum 3 bulan Penjara oleh pengadilan negeri Sidoarjo

Sidang vonis terhadap samhudi guru di Sidoarjo yang dipidanakan karena mencubit muridnya Kamis pagi di warnai demonstrasi para guru menuntut hakim pengadilan negeri Sidoarjo membebaskan samhudi puluhan guru yang datang ke pengadilan negeri Sidoarjo membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap kriminalisasi profesi guru menurut mereka apa yang dilakukan samhudi untuk mendidik muridnya selain mendesak hakim demonstran menyemangati para guru agar tidak kendur dalam mendidik murid Samhudi adalah guru di SMP Sidoarjo yang di laporkan Yuni Kurniawan ke polres Sidoarjo karena mencubit anaknya sebelumnya Yuni sudah melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah namun tidak di tanggapi hingga berujung pelaporan kepada polisi "Hari ini bapak ibu guru tidak datang bukan berarti tidak mendukung pak samhudi tapi mereka masih memikirkan tugasnya untuk memintarkan anak didiknya nah kita dari sini kita harus waspada jangan sampai kita itu bermasalah dengan guru apalagi sampai mau memenjarakan g