Dewie Yasin Limpo kembali diperiksa KPK

Posted by

Dewie Yasin Limpo kembali diperiksa oleh KPK
KPK terus mengusut kasus dugaan suap yang melibatkan anggota DPR Dewie Yasin Limpo Selasa siang KPK memeriksa Dewie dan juga sekretaris pribadinya Rinelda Bandaso. Selasa siang komisi pemberantasan korupsi memanggil Rinelda Bandaso yang merupakan sekretaris pribadi Dewie Yasin Limpo tidak lama berselang Dewie juga mendatangi KPK keduanya di pasal sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangkit listrik di Papua.

Dewie Yasin Limpo kembali di periksa KPK hari ini terkait kasus dugaan suap proyek yang akan dialokasikan ke Kabupaten DI Provinsi Papua, Anggota Komisi 7 DPR RI Dewie Yasin Limpo datang ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek yang akan dialokasikan ke DI Provinsi Papua, Anggota Fraksi Hanura DPR RI ini diduga menjanjikan proyek senilai 200 miliyar rupiah ke Kabupaten DI, Dewie di tangkap dalam operasi tangkap tangan oleh KPK pada tanggal 21 Oktober yang lalu.

Setelah di periksa sekitar 3 jam Dewie tidak mau berkomentar terkait materi pemeriksaan namun ia membantah di komportir dengan sekretaris pribadinya tersebut. Sementara setelah di periksa selama 9 jam oleh penyidik KPK Rinelda Bandaso kembali kerutan KPK meski telah di periksa selama 3 kali dirinya mengaku belum ada perkembangan berarti ia bahkan mengaku belum menandatangani berkas apapun. KPK menangkap Dewie Yasin Limpo di bandara Soekarno Hatta pada selasa malam 20 Oktober 2015 Dewie dan tersangka lainnya di tangkap atas dugaan suap sebesar 1,7 miliar rupiah terkait proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga micro hydro di kabupaten Deiyai Papua hingga kini KPK telah menetakkan 5 tersangka.

KPK resmi tetapkan anggota Komisi 7 DPR RI fraksi Hanura Dewie Yasin Limpo sebagai tersangka bersama 6 orang lainnya adik kandung Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo ini diduga terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi proyek pembangkit listrik mickrohidro di Papua untuk tahun anggaran 2016. Tanggapi kasus ini partai hanura pastikan akan memecat kadernya yang menjadi tersangka dan partai juga tidak berkewajiban untuk memberikan bantuan hukum.

"saksi orang kader yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yang bersangkutan akan diberhentikan ya dari segala jabatannya baik di partai maupun di DPR ya karena dianggap bahwa ini sudah menyalahi sumpah jabatan yang pernah di ucapkan ya pada saat memegang amanah itu" ujar Saefudding Sudding Anggota Komisi III DPR RI F-Hanura.

Selasa malam Dewie Yasin Limpo terjerat dalam operasi tangkap tangan bersama barang bukti uang sejumlah 177.700 dolar Singapura atau setara dengan 1,8 miliar rupiah diduga uang ini merupakan uang pelicin yang diberikan perusahaan pemenang tender pembangunan PLTU guna pemeriksaan lebih lanjut penyidik KPK menyegel ruang kerja Dewie di DPR dan mengamankan sejumlah berkas.



Berita Terbaru Updated at: 19.04.00

0 comments:

Posting Komentar