25 Orang dijadikan tersangka dalam kasus penambangan pasir di lumajang

Posted by

Polda Jawa Timur telah menahan 25 orang yang di jerat 37 sangkaan dalam kasus penambangan pasir ilegal di Lumajang. Sementara pemerintah Kabupaten Lumajang siap tangani pemulihan Trauma keluarga Salim kancil yang terbunuh karena menentang tambang pasir ilegal.

Hingga saat ini Polda Jawa Timur masih memeriksa sejumlah saksi yang di duga terlibat dalam konflik penambangan pasir ilegal di desa Selok Awar awar kecamatan pasirian Lumajang. Sebanyak 25 orang tersangka telah di tahan oleh Polda Jawa Timur mereka terlibat dalam penganiayaan aktivis Salim kancil dan tosan serta kasus penambangan pasir ilegal. Termasuk Kepala Desa Selok Awar awar Haryono.

"Penetapan tersangka yaitu untuk kasus pidana umum itu 24 dan pidana khusus 13 kenapa ini banyak yang ilegal mening tadi tersangkanya ada yang masuk ke pidana umum", ujar kombes Pol. Prabowo Argo kabid Humas Polda Jawa Timur.

Seluruh tersangka dalam kasus tersebut di bagi dalam enam berkas perkara, 2 berkas di antaranya telah di serahkan ke Kejari Lumajang dua pekan kasus tersebut bergulir rasa trauma masih di alami keluarga Salim kancil yang terbunuh karena menentang penambangan pasir ilegal. Terlebih bagi seorang anak Salim yang kini masih duduk di bangku sekolah dasar. Sebab putra Salim menyaksikan langsung penganiayaan yang di alami ayahnya. Untuk memulihkan trauma keluarga Salim pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan tim Khusus yang melibatkan Psikolog.

"Ini pun juga kita ekstra hati-hati tidak bisa kita langsung bicara di hadapan orang banyak akhirnya anak ini saya ajak bicara Khusus dari hati ke hati ternyata anak ini pada dasarnya adalah baik", ujar Tutuk Asat Malik Ketua PKK Kabupaten Lumajang.

Polda Jawa Timur terus melakukan penyidikan terkait tewasnya aktivis tambang Lumajang Salim Kancil, Polda Jawa Timur menduga ada keterlibatan oknum Polisi dan Pejabat setempat dalam kasus ini. Untuk pendalaman 17 dari 22 tersangka pembunuh Kancil saat ini sudah dipindahkan ke Mapolda Jawa Timur sejumlah saksi juga diperiksa untuk mengungkap aktor utama di belakang aksi berdarah tersebut

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadi menegaskan tim Inspektorat dan propam diturunkan karena pihaknya menduga ada kelalaian petugas kepolisian untuk melindungi warga hingga Rabu siang belum ada tambahan tersangka kasus pembunuhan aktivis penolak tambang pasir Polisi telah menetapkan Kepala Desa Selok Awar Awar Lumajang Haryono sebagai tersangka.

Selain bagi keluarga Salim tim tersebut juga akan menangani pemulihan trauma bagi siswa sekolah Paud dan taman kanak-kanak yang berada tepat di halaman kantor desa selok awar awar. Sebab siswa dan guru Paud tersebut juga menyaksikan penganiayaan terhadap Salim yang terjadi di kantor desa.




Berita Terbaru Updated at: 20.45.00

0 comments:

Posting Komentar